Sabtu, 31 Mei 2014

Pemakaman Syuhada

Pemakaman Syuhada


Di tengah perjalanan menuju Ma'had Abdurrahman bin Auf, di tengah jalan syaikh Abu Shalih membelokkan motornya ke arah jalan sempit sambil berkata
" Saya mau tunjukkan sesuatu ! "

TINGGAL SATU YANG AKU BELUM TAHU TENTANGMU

TINGGAL SATU YANG AKU BELUM TAHU TENTANGMU
"Kamu nggak takut jadi calon istriku?" Kataku kepada perempuan itu.
"Apa yang harus ditakutkan?" Jawab perempuan itu tersipu.
"Ya apa sajalah."
"Misalnya?"
"Ya misalnya diriku tidak seperti yang engkau impikan selama ini."
"Contohnya?"
"Wajahku tidak seperti Irfan Bachdim misalnya..." Perempuan itu tertawa. Terlihat makin manis wajahnya.Aku membiarkannya.
Dia lalu bersuara, "Mas, aku tidak ingin dirimu seperti orang lain. Engkau adalah pribadi yang unik, tdak ada duanya, semua sisi kau punya. Bicara tajam, romantis, dalem, humor, kadang marah, lucu, sabar, gokil, menggemaskan, menjengkelkan, semua kau punya. Engkau orang yang terus belajar dan berbagi, aku suka.
Aku membayangkan menjalani hari-hariku bersama orang yang apa adanya, memahami tentang perempuan sederhana seperti diriku, sabar dengan segala kekurangan dan keceriwisanku serta mengajak diriku meraih mahligai berkeluarga, itu sesuatu yang sejak lama aku impikan mas. Kamu itu awesome buatku!
Tinggal satu yang aku masih belum tahu tentang dirimu, mas."
"Apa itu?"
"Kapan kau datang melamar diriku lalu menjadikan aku ratu di rumahmu?"
Pip pip pip pip pip pip...
(suara alarm)
Aku membuka mata.
Seperti agak kecewa karena mimpi yang terganggu.
Atau
ini mimpi istimewa yang harus segera diwujudkan menjadi nyata?
Aaargh!
(sambar handuk dan mandi pagi)
~ IH 01062014 @bumiDepok ‪#‎sebabhidupadalahCinta‬