Rabu, 10 September 2014

(HEBOH) Pengakuan salah satu produsen Susu Formula

Susu Formula

PENTING UNTUK DIBACA UNTUK PARA IBU

(HEBOH) Pengakuan salah satu produsen Susu Formula

Jadi inget, dulu pernah bikin riset tentang susu formula merek X, buatan Eropa di pertengahan tahun 2008. Interviewnya sama dokter-dokter anak di Indonesia, pas banget ketika saya sedang pregnant.

Ketika saya ikut serta dalam riset ini, saya belum kebayang sama sekali bakal kasih ASI sampai 22 bulan, dan kasih homemade food ke Alika; anak saya, dan gak memberikan susu formula sama sekali. Boro-boro kebayang pumping ASI dan bawa-bawa pompa dan segambreng peralatan perang ASI lainnya, wong dulu tuh mikirnya pasti soal “merek susu apa ya yg bagus?” atau nanya ke orang-orang: “Merek susu apa ya yang bagus?”.

Selasa, 19 Agustus 2014

10 Kriteria Aliran Sesat dalam Islam

10 Kriteria Aliran Sesat dalam Islam

Banyak orang berkata, hanya Allah yang berhak mengklaim golongan tertentu sesat atau tidak. Jadi kalau ada orang yang menyebut aliran tertentu sebagai sesat, dia lantas dicap "mengambil alih kekuasaan Allah."
Benarkah demikian?
Jawabannya TIDAK!

Dalam Islam, ada kriteria-kriteria tertentu yang menyebabkan sebuah aliran layak disebut sesat. Dan sebagai makhluk yang berpikir, kita tentu bisa melihat, membaca dan mengamati gejala-gejala yang tampak dari sebuah aliran sesat tersebut.

Berikut saya kutip keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang 10 kriteria yang menandakan suatu aliran disebut aliran sesat(*).

1. Mengingkari salah satu rukun dari rukun iman yang 6 (enam), dan rukun Islam yang 5 (lima).
2. Meyakini atau mengikuti aqidah yang tidak sesuai dengan dalil syar'i (Al Quran dan Assunnah).
3. Meyakini turunnya wahyu setelah Al Quran.
4. Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Al Quran.
5. Melakukan penafsiran Al Quran yang tidak berdasarkan kaedah-kaedah tafsir.
6. Mengingkari kedudukan hadits Nabi sebagai sumber ajaran Islam.
7. Menghina, melecehkan atau merendahkan para Nabi atau Rasul.
8. Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul terakhir.
9. Merubah, menambah dan atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syariah, seperti haji tidak harus ke Baitullah, shalat fardhu tidak 5 waktu, dan sebagainya.
10. Mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar'i, seperti mengkafirkan muslim hanya karena bukan kelompoknya(**).

Ditetapkan di Jakarta, tanggal 6 November 2007 (25 Syawal 1428H)
Tertanda,
Majelis Ulama Indonesia

- Drs. H.H. Ichwan Sam (Sekretaris Umum)
- Dr. K.H. M.A. Sahal Mahfudh (Ketua Umum)



Keterangan:
(*)Artikel ini dikutip dari buku saku "Kesesatan Aqidah dan Ajaran Syi'ah di Indonesia" terbitan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia

(**) Dari poin ke-10 ini, sebenarnya kita boleh mengkafirkan seseorang atau golongan tertentu, asalkan ada dalil syar'i-nya yang jelas dan kuat.
NB: Kriteria-kriteria di ataslah yang menjadi landasan utama untuk menetapkan Syi'ah, LDII, Ahmadiyah, NII, Jaringan Islam Liberal (JIL) dst sebagai aliran sesat. Wallahualam.

Minggu, 17 Agustus 2014

Kader PKS, Belajarlah Pada Pramugara/i

Kader PKS, Belajarlah Pada Pramugara/i
By: Nandang Burhanudin
****

Sepanjang pengamatan saya, hal yang paling banyak dijadikan sebagai tamsil oleh Presiden PKS, M. Anis Matta adalah PKS selalu diidentikkan dengan pesawat terbang. Ya, ada beberapa target yang menjadi fokus Presiden PKS saat menyandingkan organisasi (Haikal/tanzhim/Haiah) PKS dengan konstruksi pesawat. Istilah-istilah di dunia dirgantara nampak mentereng; take off, landing, turbulensi, cuaca cerah/berawan, bahkan ketepatan waktu.

Namun yang belum tersentuh oleh dialektika dan taujih-taujih Presiden PKS adalah, masalah pelayanan paripurna yang dilakukan kru pesawat dari mulai pilot, pramugara/i, hingga petugas di landasan.

Coba perhatikan, pilot dan copilot selalu standby dalam kokpit pesawat. Sebelum penumpang naik, ia lakukan berulang kali chek and rechek terhadap kondisi pesawat dari segala unsur. Perhatikan pula petugas darat di landasan. Semua memastikan, kondisi pesawat fit dan sesuai alat ukur yang berlaku. Tidak ada pilot copilot yang jalan-jalan, datang terlambat, pun demikian sama dengan petugas di lapangan. Semua memposisikan pesawat sebagai asset paling berharga. Berkaitan dengan masa depan organisasi, selain tentunya keselamatan penumpang dan target ke tujuan.

Hal yang sama dilakukan seluruh kru pesawat. Selain standby di pesawat dan memastikan kerapihan, kebersihan, dan kenyamanan di dalam pesawat. Ternyata, seluruh kru pramugara/i sudah dilatih untuk memberi servis atau pelayanan terbaik untuk para penumpang pesawat yang mereka awaki.

Selama saya menaiki pesawat dengan rute internasional. Saya hampir tidak menemukan wajah-wajah lesu apalagi suram yang tersemburat. Semua menampilkan keceriaan, menyambut semua penumpang tanpa pilih kasih dengan hamparan senyum segar. Mereka tak peduli, penumpang itu tampilannya seperti apa, datang dari mana, sukunya apa, bahasa yang sehari-hari digunakan apa. Pokoknya, ketika semua sudah siap bayar tiket dan siap bergabung menempuh perjalanan yang ditentukan. Semua disambut welcome! ahlan wasahlan! wilujeng sumping! sugeng rawuh!

Paling tidak, ada karakter positif yang bisa ditiru dari manual activity pramugara/i:

Pertama: Sebelum take off atau dalam keadaan pesawat terguncang, pramugara/i tak kenal lelah mengingatkan agar seluruh penumpang mengenakan sabuk pengaman, menyimpan barang di atas bagasi, meluruskan sandaran kursi, melipat meja. Jika darurat terjadi, harus siap-siap meraih oksigen dan tentunya semua harus memahami dan membaca buku petunjuk keselamatan.

Kedua: Di saat sukses take off, semua pramugara/i sibuk memberi layanan logistik yang cukup bagi seluruh penumpang. Makanan/minuman jelas sesuai standar halal bagi muslim/ah. Saya lihat, pramugara/i itu baru bisa menikmati "jatah makanan/minuman" setelah semua jatah penumpang tersajikan.

Ketiga: Seluruh pramugara/i rata-rata memiliki tabungan kesabaran lebih. Mengingat yang naik pesawat tak semuanya orang kota, intelek, atau yang terbiasa berpesawat ria. Maka tak jarang beberapa penumpang keliru memakai sabuk pengaman, tak tahu membersihkan bekas BAK/BAB di toilet, tak tahu menghidupkan audio, atau salah dalam bertutur bahasa. Pramugara/i jembar hati mau memaafkan dengan senyuman terkembang.

Keempat: Saat turbulensi terjadi, kita akan perhatikan kru pesawat lebih dahulu memperhatikan keselamatan penumpang. Saya pernah melihat, saat pesawat bergoyang keras, beberapa pramugara/i malah sibuk memerika sabung pengaman penumpang. Kendati untuk itu, mereka terbentur ke kanan dan ke kiri.

Kelima: Menjadi kru pesawat perlu proses gemblengan pendidikan secara serius dan simultan. Tidak asal-asalan dengan skor dan standar yang berlaku di level internasional. Malah untuk menjadi komandan kru, diperlukan training dan pengalaman jam terbang. Ini untuk kru pesawat. Tentu untuk pilot dan copilot, standarnya sudah lazim diketahui.

Singkat kata, kelima elemen di atas sejatinya harus mendarah daging dalam jiwa kader yang menjadi kru pesawat bernama PKS. Persis seperti yang dikatakan M. Anis Matta saat apel Siaga di Jakarta, "Tahun 2004 kita merebut Jakarta bukan karena jumlah kita sangat banyak, tetapi amal kitalah yang banyak. Tahun 2004 itu kita merebut Jakarta bukan karena uang kita yang banyak, tapi pelayanan kitalah yang banyak. Tahun 2004 itu kita merebut Jakarta bukan karena kita ramai di media, tetapi kita ramai dirumah-rumah warga."

Karena jika kelima hal di atas diabaikan, saya meyakini tidak ada yang akan berani loncat di atas udara. Namun di darat, kru pesawat yang bagian marketting, tiketing, sales, dan Satpam biasanya yang jadi bulan-bulanan.

Obat Galau Dari Imam Syafi'i

Obat Galau Dari Imam Syafi'i

Biarkan hari berlalu dengan segala lakunya, Lapangkan dada atas segala Takdir-Nya

Janganlah gundah dengan segala derita
Karena cobaan dunia hanya sementara


Tangguhkan jiwa atas segala nestapa
Hiasi diri dengan maaf dan sikap setia

Semua aib akan dapat tertutup dengan kelapangan dada
Layaknya kedermawanan menutupi cela manusia

Tak ada kesedihan yang abadi, begitupun suka ria
Dan tak ada pula cobaan yang kekal, begitupun riang gembira

Di depan musuh, janganlah engkau bersikap lemah
Karena hinaan dari seteru adalah bencana

Dan jangan pernah berharap dari kikir durjana
Karena api takkan menyediakan air untuk si haus dahaga

Rizkimu takkan berkurang karena ditunda
Dan takkan bertambah karena lelah mencarinya

Bila engkau punya hati qona'ah bersahaja
Tak ada bedanya engkau dengan pemilik dunia

Bila kematian sudah datang waktunya
Tak ada lagi langit dan bumi yang bisa membela

Ingatlah, dunia Allah sangat luas tak terhingga
Tapi bila takdir tiba, angkasa pun sempit terasa

Maka biarkanlah hari berlalu setiap masanya
Karena kematian tak ada obat penawarnya

Obat Galau Dari Imam Syafi'i
(Imam Syafi'i)

Sabtu, 05 Juli 2014

Jangan Terima Lamaran Laki-Laki Dengan 6 Sifat Berikut

Jangan Terima Lamaran Laki-Laki Dengan 6 Sifat Berikut


Memilih pasangan hidup untuk menuju jenjang pernikahan harus melalui pertimbangan yang sangat masak. Bagi seorang Muslimah pasti mengharapkan suami yang sholeh dan baik budi pekertinya. Maka dari itu Syaikh Fuad Shalih, seorang ulama dan penulis buku pernikahan, memberikan nasehat kepada para muslimah agar tidak menikah dengan laki-laki berikut ini, meskipun ia ber-KTP Muslim:

Minggu, 15 Juni 2014

PRODUK AL-MUDHARABAH (BAGI HASIL) DALAM ISLAM SEBAGAI SOLUSI PEREKONOMIAN ISLAM

PRODUK AL-MUDHARABAH (BAGI HASIL) DALAM ISLAM SEBAGAI SOLUSI PEREKONOMIAN ISLAM

Oleh: Said Yai, MA
Alhamdulillah. Allah sudah mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk di dalamnya permasalahan ekonomi, baik skala mikro (kecil) ataupun skala makro (besar).
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:
وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ
“Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (QS An-Nahl: 89)
Allah subhanahu wa ta'ala juga mengatur seluruh permasalahan yang berhubungan dengan pengembangan usaha bisnis, investasi dan pembagian keuntungan, sehingga umat ini bisa menjalankan usahanya tanpa harus berkecimpung dalam riba dan dosa.

NILAI DIRIMU ADALAH YANG ENGKAU LAKUKAN PADA ORANG LAIN

NILAI DIRIMU ADALAH YANG ENGKAU LAKUKAN PADA ORANG LAIN

Biarkan orang lain berkata apa saja tentang diri Anda terlebih hal-hal yang buruk entah itu fitnah, prasangka bodohnya atau fakta nyata, tapi pastikan bahwa diri Anda lebih sibuk membangun diri serta banyak berbuat kebaikan bagi sesama baik yang terang-terangan juga yang sembunyi-sembunyi.

Apa yang Anda lakukan bagi kebaikan sesama adalah jauh lebih penting daripada yang orang lain katakan tentang diri Anda.

The map is not a teritory. Beberapa orang yang memahaminya umumnya berkesadaran untuk tidak berkata buruk kepada orang lain karena hal itu justru menunjukkan ukuran sempit wawasan hidupnya atas persepsi negatifnya kepada orang lain.

Jadilah orang yang hidup bahagia karena berbagi kebaikan dan membuat orang lain juga merasa bahagia karena dicintai, dipedulikan dan dimanusiakan.
IH 16062014 @bumiDepok ‪#‎sebabhidupadalahCinta‬

Debat Capres II: Prabowo Menunjukkan Sikap Negarawan Sejati Saat Menyalami Jokowi

Debat Capres II: Prabowo Menunjukkan Sikap Negarawan Sejati Saat Menyalami Jokowi

JOKOWI:
Secara objektif, harus saya akui bahwa penampilan Jokowi kali ini jauh lebih baik dibanding debat pertama, minggu lalu. Namun, sikap grogi dan gugupnya masih bertahan. Ketika baru mulai berbicara pun, dia terlihat bengong, bingung, tak tahu harus bicara apa.

Bahkan ketika mendebat Prabowo soal ledakan penduduk, dia berkata dengan terbata-bata, "...bahwa... bahwa... bahwa... dua... dua... dua anak itu cukup..."

(Anehnya, dia menganjurkan dua anak cukup, padahal anaknya sendiri lebih dari dua).

Lucu, karena di tengah kegutupannya, dia masih sempat berkampanye terselubung. Karena kata DUA berulang kali dia lontarkan. Bahkan sambil tertawa cengengesan dia berkata, "Kok dua terus, ya?"

Lantas, dalam berdebat Jokowi lebih banyak membahas hal-hal teknis seputar pemerintahan daerah. Termasuk soal TPID.

Tampak sekali kelasnya, Jokowi masih level pelaksana teknis, belum cocok jadi presiden.

Terlebih ketika bicara soal ongkos kirim produk ke luar negeri, tentang ekonomi kreatif, di bagian inilah Jokowi bica bicara lancar dan penuh percaya diri. Ya, tentu saja. Karena dia memang pengusaha mebel yang berpengalaman.

Saat dia bicara tentang ongkir, terus terang saya teringat pada para pebisnis online. Duhai, memang urusan-urusan seperti ini Jokowi jagonya. Dia memang cocoknya jadi pelaksana teknis saja, atau pemimpin berskala kecil.

Bahkan ketika Prabowo menyalaminya dan setuju dengan ide Jokowi soal ekonomi kreatif, banyak teman yang bercanda bahwa Prabowo membisiki Jokowi, "Nanti kalo aku jadi presiden, kamu aku angkat jadi menteri ekonomi kreatif." Hehehe...

PUKULAN TELAK terhadap Jokowi terjadi ketika dia "jualan" kartu, dan Prabowo mengcounternya dengan bertanya, "Dari mana uangnya (untuk membuat kartu)?" Prabowo pun bercerita tentang kebocoran anggaran. Dan itu membuat Jokowi mati gaya, seperti terlihat pada gambar yang saya share ini

PRABOWO:
Pada debat kali ini, Prabowo menunjukkan sisi pribadinya yang sangat manusiawi, apa adanya. Dia berterus terang bahwa dirinya belum tahu apa itu TPID (tentu saja, sebab level dia adalah level presiden bukan level kepala daerah).

Prabowo pun menunjukkan sikap negarawan sejati saat menyetujui ide Jokowi soal ekonomi kreatif. Banyak pendukung Jokowi yang membulully Prabowo karena adegan ini. Mereka bilang Prabowo mendukung Jokowi sebagai presiden, dan ini bukti bahwa Jokowi lebih hebat.

Mereka tidak tahu, bahwa justru ini menunjukkan sikap negarawan Prabowo yang sangat layak diacungi jempol. Dia tak mau didikte oleh siapapun jika itu menyangkut kebenaran. Prabowo menunjukkan sikap yang sangat objektif dan jujur, bahwa kebenaran harus diakui dari manapun datangnya, termasuk dari saingan politik kita sendiri.

Prabowo adalah sosok pemimpin yang tegas, jujur, objektif, tidak mudah didikte walau oleh tim suksesnya sendiri. Dan ini terlihat dari debat capres tadi malam.

Salut untuk Prabowo. Saya makin yakin untuk memilih beliau saat Pilpres nanti. Insha Allah.

Mari #SelamatkanIndonesia

Cangkang Presiden



Cangkang Presiden memang tidak sama dengan Cangkang Gubernur. Orang yang layak jadi RI SATU itu bukan menyimpan berbagai singkatan dalam kepalanya tetapi memiliki sikap kenegarawanan dalam komunikasi dengan berbagai kalangan bahkan terhadap lawan yang tidak suka dengannya.

Pertaruhan masa depan negeri ini BUKAN soal suka tidak suka tetapi masih tentang kesiapan dan kepantasan pribadi berjiwa kenegarawanan untuk menjadi prangkul semua mpihak di negeri ini. Kalau hanya soal menang-menangan itu cara anak SD.

Dan yang kita saksikan bukan hanya soal kecerdasan EQ saja tetapi kita melihat sendiri bahwa body languagenya juga berbeda.
Jangan salah memilih presiden!

Sabtu, 31 Mei 2014

Pemakaman Syuhada

Pemakaman Syuhada


Di tengah perjalanan menuju Ma'had Abdurrahman bin Auf, di tengah jalan syaikh Abu Shalih membelokkan motornya ke arah jalan sempit sambil berkata
" Saya mau tunjukkan sesuatu ! "

TINGGAL SATU YANG AKU BELUM TAHU TENTANGMU

TINGGAL SATU YANG AKU BELUM TAHU TENTANGMU
"Kamu nggak takut jadi calon istriku?" Kataku kepada perempuan itu.
"Apa yang harus ditakutkan?" Jawab perempuan itu tersipu.
"Ya apa sajalah."
"Misalnya?"
"Ya misalnya diriku tidak seperti yang engkau impikan selama ini."
"Contohnya?"
"Wajahku tidak seperti Irfan Bachdim misalnya..." Perempuan itu tertawa. Terlihat makin manis wajahnya.Aku membiarkannya.
Dia lalu bersuara, "Mas, aku tidak ingin dirimu seperti orang lain. Engkau adalah pribadi yang unik, tdak ada duanya, semua sisi kau punya. Bicara tajam, romantis, dalem, humor, kadang marah, lucu, sabar, gokil, menggemaskan, menjengkelkan, semua kau punya. Engkau orang yang terus belajar dan berbagi, aku suka.
Aku membayangkan menjalani hari-hariku bersama orang yang apa adanya, memahami tentang perempuan sederhana seperti diriku, sabar dengan segala kekurangan dan keceriwisanku serta mengajak diriku meraih mahligai berkeluarga, itu sesuatu yang sejak lama aku impikan mas. Kamu itu awesome buatku!
Tinggal satu yang aku masih belum tahu tentang dirimu, mas."
"Apa itu?"
"Kapan kau datang melamar diriku lalu menjadikan aku ratu di rumahmu?"
Pip pip pip pip pip pip...
(suara alarm)
Aku membuka mata.
Seperti agak kecewa karena mimpi yang terganggu.
Atau
ini mimpi istimewa yang harus segera diwujudkan menjadi nyata?
Aaargh!
(sambar handuk dan mandi pagi)
~ IH 01062014 @bumiDepok ‪#‎sebabhidupadalahCinta‬

Sabtu, 29 Maret 2014

Membangkang Dari Sang Imam Besar


Membangkang Dari Sang Imam Besar, Munafiq..!???


Sangat disayangkan ketika melihat sikap beberapa teman seperjuangan yang terkesan memiliki mental membangkang dari sikap sang imam pembela islam, mungkinkah mereka tergolong kelompok yang munafiq karena sudah membangkang dari sikap sang imam.?

Menangkan Islam, Tumbangkan Penguasa Sekuler Korup

Menangkan Islam, Tumbangkan Penguasa Sekuler Korup



Menangkan Islam, Tumbangkan Penguasa Sekuler Korup Yang Menjarah Dan Menjajah Indonesia Selama 68 Tahun !
Islamisasi Partai Islam: Pelajaran dari Erdogan
Oleh Nuim Hidayat

 

TAHUN 1955 partai Masyumi partai Islam yang memegang teguh ideology dengan sangat mengesankan meraup 40% suara. Padahal, Partai Masyumi dalam Anggaran Dasar atau Rumah
Tangganya memegang teguh prinsip-prinsip Islam. Di Anggaran Dasar Partai Masjumi ditegaskan:

“Tujuan Partai ialah terlaksananya ajaran dan hukum Islam, di dalam kehidupan orang seorang , masyarakat dan negara Republik Indonesia, menuju keridhaan Ilahi.” (Pasal III).
Pada pasal IV-nya dinyatakan: “Usaha partai untuk mencapai tujuannya:

Berdamai dengan masa lalu

Saya suka sekali menyebutnya: "berdamai dengan masa lalu".

Di hampir setiap novel/tulisan yang membahas tentang masa lalu, saya menyebutnya begitu. Bahkan jika kalian mengikuti tulisan2 saya, jangan2 hafal dengan pilihan istilah ini.

Kenapa saya menyebutnya demikian? Karena masa lalu memang tidak bisa diajak perang, diajak ribut. Buat apa? Kalaupun perang, yang kalah, pasti kita juga. Pun kalau menang, yang jadi arang, kita sendiri juga. Siapa sih yang bisa melawan hari kemarin? Meski hanya sedetik lalu, masa lalu itu jauh sekali jaraknya dari kita, tidak bisa direngkuh dengan kendaraan super apapun (kecuali di film2). Masa lalu sudah tertinggal di belakang, tidak bisa diulang, tidak bisa di undo, tidak bisa di restart. Tidak bisa.

Kenangan, orang2 yang pernah mampir dalam hidup kita, kejadian, semuanya sudah berlalu. Suka atau tidak, bahagia atau sebal, kecewa atau nelangsa, game over.

Maka, pilihan tersisa adalah: berdamai. Itulah opsi paling masuk akal. Bukan gencatan senjata, bukan negosiasi, bukan pula tawar menawar. Berdamai. Yang ajaibnya, sekali bisa dilakukan, maka perdamaian sejati memang akan terwujud di dalam hati. Jika tidak terwujud, simply itu berarti kita memang tidak pernah bersedia "berdamai dengan masa lalu".

Demikian.

Berdamai dengan masa lalu

JALALUDDIN : NABI KITA TIDAK SAMA

JALALUDDIN : NABI KITA TIDAK SAMA !!!
.
by. Lppi Makassar
.
Video dibawah ini adalah rekaman suara dari Tokoh Syiah Indonesia ketika menyampaikan ceramahnya di :
▬ Islamic Cultural Centre (Poros penyebaran Syiah di Indonesia yang terletak di kawasan Pejaten/Warung Buncit, Jakarta Selatan)
▬▬ pada Kamis 13 Februari 2014.
.
Ceramah yang disampaikannya ini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) NEGARA POROS SYIAH, IRAN. ▬► (NASIONALISMENYA MANA ? )
.
Tanpa berpanjang lebar, silakan dengar sendiri, mengapa ia katakan NABI KITA TIDAK SAMA ?





Syiah bukan islam, sudah terbukti dengan pengakuan dari pimpinan syiah indonesia. Awas bahaya Syiah.

PKS, Partai Non Expired!

PKS, Partai Non Expired!
By: Nandang Burhanudin
****
Tulisan ini tidak diperuntukkan bagi HaTers atau orang-orang yang tertutup mata hati dengan iri hati. Tulisan ini diperuntukkan spesial bagi siapapun yang pernah kecewa, namun bangkit bergerak menyongsong asa. 
pks


Istilah expired, adalah kata yang digunakan untuk jenis makanan, barang, atau benda yang ada masa tenggangnya. Saya melihat, parpol dan ormas pun mengalami hal serupa. Ada masa-masa sulit yang membuatnya expired.