Debat Capres II: Prabowo Menunjukkan Sikap Negarawan Sejati Saat Menyalami Jokowi
JOKOWI:
Secara objektif, harus saya akui bahwa penampilan Jokowi kali ini jauh
lebih baik dibanding debat pertama, minggu lalu. Namun, sikap grogi dan
gugupnya masih bertahan. Ketika baru mulai berbicara pun, dia terlihat
bengong, bingung, tak tahu harus bicara apa.
Bahkan ketika mendebat Prabowo soal ledakan penduduk, dia berkata
dengan terbata-bata, "...bahwa... bahwa... bahwa... dua... dua... dua
anak itu cukup..."
(Anehnya, dia menganjurkan dua anak cukup, padahal anaknya sendiri lebih dari dua).
Lucu, karena di tengah kegutupannya, dia masih sempat berkampanye
terselubung. Karena kata DUA berulang kali dia lontarkan. Bahkan sambil
tertawa cengengesan dia berkata, "Kok dua terus, ya?"
Lantas, dalam berdebat Jokowi lebih banyak membahas hal-hal teknis seputar pemerintahan daerah. Termasuk soal TPID.
Tampak sekali kelasnya, Jokowi masih level pelaksana teknis, belum cocok jadi presiden.
Terlebih ketika bicara soal ongkos kirim produk ke luar negeri, tentang
ekonomi kreatif, di bagian inilah Jokowi bica bicara lancar dan penuh
percaya diri. Ya, tentu saja. Karena dia memang pengusaha mebel yang
berpengalaman.
Saat dia bicara tentang ongkir, terus terang
saya teringat pada para pebisnis online. Duhai, memang urusan-urusan
seperti ini Jokowi jagonya. Dia memang cocoknya jadi pelaksana teknis
saja, atau pemimpin berskala kecil.
Bahkan ketika Prabowo
menyalaminya dan setuju dengan ide Jokowi soal ekonomi kreatif, banyak
teman yang bercanda bahwa Prabowo membisiki Jokowi, "Nanti kalo aku jadi
presiden, kamu aku angkat jadi menteri ekonomi kreatif." Hehehe...
PUKULAN TELAK terhadap Jokowi terjadi ketika dia "jualan" kartu, dan
Prabowo mengcounternya dengan bertanya, "Dari mana uangnya (untuk
membuat kartu)?" Prabowo pun bercerita tentang kebocoran anggaran. Dan
itu membuat Jokowi mati gaya, seperti terlihat pada gambar yang saya
share ini
PRABOWO:
Pada debat kali ini, Prabowo menunjukkan sisi pribadinya yang sangat
manusiawi, apa adanya. Dia berterus terang bahwa dirinya belum tahu apa
itu TPID (tentu saja, sebab level dia adalah level presiden bukan level
kepala daerah).
Prabowo pun menunjukkan sikap negarawan sejati
saat menyetujui ide Jokowi soal ekonomi kreatif. Banyak pendukung Jokowi
yang membulully Prabowo karena adegan ini. Mereka bilang Prabowo
mendukung Jokowi sebagai presiden, dan ini bukti bahwa Jokowi lebih
hebat.
Mereka tidak tahu, bahwa justru ini menunjukkan sikap
negarawan Prabowo yang sangat layak diacungi jempol. Dia tak mau didikte
oleh siapapun jika itu menyangkut kebenaran. Prabowo menunjukkan sikap
yang sangat objektif dan jujur, bahwa kebenaran harus diakui dari
manapun datangnya, termasuk dari saingan politik kita sendiri.
Prabowo adalah sosok pemimpin yang tegas, jujur, objektif, tidak mudah
didikte walau oleh tim suksesnya sendiri. Dan ini terlihat dari debat
capres tadi malam.
Salut untuk Prabowo. Saya makin yakin untuk memilih beliau saat Pilpres nanti. Insha Allah.
Mari #SelamatkanIndonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar