Sabtu, 29 Maret 2014

Membangkang Dari Sang Imam Besar


Membangkang Dari Sang Imam Besar, Munafiq..!???


Sangat disayangkan ketika melihat sikap beberapa teman seperjuangan yang terkesan memiliki mental membangkang dari sikap sang imam pembela islam, mungkinkah mereka tergolong kelompok yang munafiq karena sudah membangkang dari sikap sang imam.?

Menangkan Islam, Tumbangkan Penguasa Sekuler Korup

Menangkan Islam, Tumbangkan Penguasa Sekuler Korup



Menangkan Islam, Tumbangkan Penguasa Sekuler Korup Yang Menjarah Dan Menjajah Indonesia Selama 68 Tahun !
Islamisasi Partai Islam: Pelajaran dari Erdogan
Oleh Nuim Hidayat

 

TAHUN 1955 partai Masyumi partai Islam yang memegang teguh ideology dengan sangat mengesankan meraup 40% suara. Padahal, Partai Masyumi dalam Anggaran Dasar atau Rumah
Tangganya memegang teguh prinsip-prinsip Islam. Di Anggaran Dasar Partai Masjumi ditegaskan:

“Tujuan Partai ialah terlaksananya ajaran dan hukum Islam, di dalam kehidupan orang seorang , masyarakat dan negara Republik Indonesia, menuju keridhaan Ilahi.” (Pasal III).
Pada pasal IV-nya dinyatakan: “Usaha partai untuk mencapai tujuannya:

Berdamai dengan masa lalu

Saya suka sekali menyebutnya: "berdamai dengan masa lalu".

Di hampir setiap novel/tulisan yang membahas tentang masa lalu, saya menyebutnya begitu. Bahkan jika kalian mengikuti tulisan2 saya, jangan2 hafal dengan pilihan istilah ini.

Kenapa saya menyebutnya demikian? Karena masa lalu memang tidak bisa diajak perang, diajak ribut. Buat apa? Kalaupun perang, yang kalah, pasti kita juga. Pun kalau menang, yang jadi arang, kita sendiri juga. Siapa sih yang bisa melawan hari kemarin? Meski hanya sedetik lalu, masa lalu itu jauh sekali jaraknya dari kita, tidak bisa direngkuh dengan kendaraan super apapun (kecuali di film2). Masa lalu sudah tertinggal di belakang, tidak bisa diulang, tidak bisa di undo, tidak bisa di restart. Tidak bisa.

Kenangan, orang2 yang pernah mampir dalam hidup kita, kejadian, semuanya sudah berlalu. Suka atau tidak, bahagia atau sebal, kecewa atau nelangsa, game over.

Maka, pilihan tersisa adalah: berdamai. Itulah opsi paling masuk akal. Bukan gencatan senjata, bukan negosiasi, bukan pula tawar menawar. Berdamai. Yang ajaibnya, sekali bisa dilakukan, maka perdamaian sejati memang akan terwujud di dalam hati. Jika tidak terwujud, simply itu berarti kita memang tidak pernah bersedia "berdamai dengan masa lalu".

Demikian.

Berdamai dengan masa lalu

JALALUDDIN : NABI KITA TIDAK SAMA

JALALUDDIN : NABI KITA TIDAK SAMA !!!
.
by. Lppi Makassar
.
Video dibawah ini adalah rekaman suara dari Tokoh Syiah Indonesia ketika menyampaikan ceramahnya di :
▬ Islamic Cultural Centre (Poros penyebaran Syiah di Indonesia yang terletak di kawasan Pejaten/Warung Buncit, Jakarta Selatan)
▬▬ pada Kamis 13 Februari 2014.
.
Ceramah yang disampaikannya ini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) NEGARA POROS SYIAH, IRAN. ▬► (NASIONALISMENYA MANA ? )
.
Tanpa berpanjang lebar, silakan dengar sendiri, mengapa ia katakan NABI KITA TIDAK SAMA ?





Syiah bukan islam, sudah terbukti dengan pengakuan dari pimpinan syiah indonesia. Awas bahaya Syiah.

PKS, Partai Non Expired!

PKS, Partai Non Expired!
By: Nandang Burhanudin
****
Tulisan ini tidak diperuntukkan bagi HaTers atau orang-orang yang tertutup mata hati dengan iri hati. Tulisan ini diperuntukkan spesial bagi siapapun yang pernah kecewa, namun bangkit bergerak menyongsong asa. 
pks


Istilah expired, adalah kata yang digunakan untuk jenis makanan, barang, atau benda yang ada masa tenggangnya. Saya melihat, parpol dan ormas pun mengalami hal serupa. Ada masa-masa sulit yang membuatnya expired.